MINUMAN "KTI" BAGAI MENULIS "KTI"
Pada hari kamis, 18 September 2014 kemarin telah dimulai perkuliahan KTI. Kata KTI ini bisa berarti hal yang kotor, waktu dulu saya di kampung KTI ini nuansa minuman keras. Namun sekarang beda KTI ini kependekan dari Karya Tulis Ilmiah. Pemaknaan yang berbeda ini mampu dipadukan bagaimana kita bisa mabuk kepayang dengan karya tulis ilmiah.Seseorang yang telah mabuk kepayang setelah menenggak minuman keras, biasanya akan keluar kata-kata naluriahnya secara alami di bawah alam sadarnya. Kondisi di bawah alam sadar ini sebenarnya kondisi manusia mampu mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya tanpa tekanan. Diri manusia tersebut akan "ngefly" bagai terbang di awan nan membumbung tinggi. kiasan inilah yang ingin saya tekankan pada diri saya sendiri dan semua yang "enggan" menulis untuk agar selalu menulis karya tulis ilmiah yang kesannya begitu angker. Bagaimana kita bisa berada dalam kondisi tanpa tertekan, mengalun mengikuti irama pikiran kita, kita tulis satu persatu kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf teruntai menjadi kesatuan sebuah karya.
Salam merangkai kata menjadi makna. Makna sejati dan makna realita sesungguhnya terus berevolusi-berkembang sesuai ruang dan waktu.
Ambil yang baik, tiru yang perlu ditiru, Dari yang tidak baik menuju inspirasi kebaikan, meski awalnya dari minuman keras, kalau perlu iblis pun bisa jadi kita ambil pelajaran.

Komentar
Posting Komentar